sungai yang tanjungnya sesekali beranjak menapaki tebing-tebing tak bertuah
kini mulai usang terkikis arus palungnya patah
airnya tak lagi mampu membasuh hadas khulifah
dibibir senja nelayan lelah
sungai menyumpah sampah kemudian berzinah dengan limbah
aku menyusuri kenangan yang berserakan di beting kekeringan
sesekali menatap tepian mandi masa kecilku
lalu aku dapati bingkisan kepiluan
sungaiku semakin uzur mengaliri waktu



09.57
Makna Dalam Kata
0 komentar:
Posting Komentar